Jumat, 27 Maret 2015

ASKEB II PERSALINAN


1.   Pengertian Persalinan 
           Persalinan adalah suatu proses saat janin dan produk konsepsi dikeluarkan sebagai akibat kontraksi teratur, progresif, sering dan kuat (Barbara, 2009).
         Persalinan adalah klimaks dari kehamilan dimana berbagai sistem yang nampaknya tidak saling berhubungan bekerja dalam keharmonisan untuk melahirkan bayi. (Manuaba, 2008).
       Persalinan dan kelahiran adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu), lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung selama 18 jam, tanpa komplikasi baik ibu maupun janin. (Saifudin, 2001).
Persalinan normal WHO adalah persalinan yang dimulai secara spontan beresiko rendah pada awal persalinan dan tetap demikian selama proses persalinan, bayi dilahirkan spontan dengan presentasi belakang kepada pada usia kehamilan antara 37 hingga 42 minggu lengkap. Setelah persalinan ibu dan bayi dalam keadaan baik.
Berdasarkan pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa persalinan adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu), lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung selama 18 jam produk konsepsi dikeluarkan sebagai akibat kontraksi teratur, progresif, sering dan kuat yang nampaknya tidak saling berhubungan bekerja dalam keharmonisan untuk melahirkan bayi.

2.   Bentuk-Bentuk Persalinan
a)      Persalinan spontan 
Proses lahirnya bayi dengan tenaga ibu sendiri tanpa bantuan alat-alat serta tidak melukai ibu dan bayi yang umumnya berlangsung kurang dari 24 jam.
b)      Persalinan Bantuan
Proses persalinan yang di bantu dengan tenaga dari luar misalnya ekstraksi dengan forsep atau dilakukan operasi seksio caesaria.
c)      Persalinan Anjuran
Pada umumnya persalinan terjadi bila sudah besar untuk hidup di luar, tetapi sedemikian besarnya sehingga menimbulkan kesulitan dalam persalinan, kadang-kadang persalinan tidak di mulai dengan sendirinya tetapi baru berlangsung setelah pemecahan ketuban, pemberian pitocin atau prostaglandin.



3.      Tanda-Tanda Persalinan
Tanda persalinan dikategorikan sebagai tanda kemungkinan, tanda awal dan tanda positif. Kategori ini membantu memutuskan kapan ibu benar-benar mengalami persalinan. Perhatikan bahwa tidak semua tanda ini mungkin di alami dan bahwa tanda-tanda tersebut tidak harus terjadi berurutan.
a)      Tanda Kemungkinan Persalinan 
Tanda kemungkinan persalinan adalah bisa atau tidak menjadi awal dari persalinan, waktu akan menentukan.
1)      Sakit pinggang
Nyeri yang merasa, ringan, mengganggu dapat hilang timbul dapat disebabkan oleh kontraksi dini. 
2)      Kram pada perut bagian bawah
Seperti kram menstruasi, dapat disertai rasa nyaman di paha. Dapat terus menerus atau terputus.
3)      Tinja yang lunak
Buang air beberapa kali dalam beberapa jam, dapat disertai dengan kram perut atau gangguan pencernaan 
4)      Desakan untuk bebenah
Lonjakan energi yang mendadak menyebabkan anda banyak melakukan aktivitas ekstra ini sebagai tanda bahwa mempunyai kekuatan dan stamina untuk menjalani persalinan, cobalah menghindari aktifitas yang melelahkan.
b)      Tanda Awal Persalinan
1)      Kontraksi yang tidak berkembang
Kontraksi cenderung mempunyai panjang kekuatan dan frekuensi yang sama. Kontraksi pra persalinan ini dapat berlangsung singkat atau terus menerus selama beberapa jam sebelum berhenti atau terus menerus selama beberapa jam sebelum berhenti atau mulai berkembang.
Menyebabkan pelunakan dan penipisan dari leher rahim, meskipun sebagian besar pembukaan belum terjadi sampai nanti anda mengalami tanda positif.
2)      Keluar darah
Aliran lendir yang bernoda darah dari vagina. Dikaitkan dengan penipisan dan pembukaan awal dari leher rahim, dapat berlangsung beberapa hari sebelum tanda lain atau baru muncul setelah kontraksi persalinan yang berkembang dimulai, berlanjut sepanjang persalinan.
3)      Rembesan cairan ketuban dari vagina
Disebabkan oleh robekan kecil pada membran (ROM). Kadang-kadang bila membran timbul selama berjam-jam atau berhari-hari.   


            
4.   Tanda Positif Persalinan
a.       Kontraksi yang berkembang
Menjadi lebih lama, lebih kuat, dan atau lebih dekat  jaraknya bersama dengan jalannya waktu, biasa disebut “sakit” atau “sangat kuat” dan terasa didaerah perut pinggang atau keduanya.
Leher rahim yang melebar ini, tidak berkurang oleh aktifitas yang dilakukan oleh calon ibu dan tidak mereda karena perubahan aktifitas, gunakan catatan persalinan awal untuk menentukan pola kontraksi.
b.      Aliran cairan ketuban yang deras dari vagina
Disebabkan oleh robekan membran yang besar (ROM). Sering disertai atau segera diikuti dengan kontraksi yang berkembang. Tanda ini tidak dirasa oleh calon ini, tetapi dapat dilihat pada pemeriksaan vagina.

5.   Fakor- Faktor Yang Penting Dalam Persalinan
a.    Power (tenaga/kekuatan)
b.   HIS (kontraksi otot rahim), kontraksi otot dinding perut, kontraksi diagfragma pelvis atau kekuatan mengejan, ketegangan ligamentum rotundum.
c.    Pasanger (Janin)
d.   Janin dan placenta
e.    Passage (Jalan lahir)
f.    Jalan lahir yang lunak (otot-otot, jaringan-jaringan, dan ligament-ligament) dan jalan lahir tulang. (Manuaba, 2008).

  1. Proses Persalinan (Barbara, 2005)
a.       Kala I persalinan (kala pembukaan)
Partus dimulai dengan kontraksi yang teratur, yang menyebabkan dilatasi dan penipisan servic yang progresif, kala satu yang berakhir bila servik menipis dan dilatasi lengkap kala satu terdiri dari fase laten, aktif dan transisi.
Proses pembukaan serviks sebagai akibat his dibagi dalam tiga fase:
1)      Fase laten
Fase ini mulai dengan kontraksi yang teratur dan penipisan serta dilatasi serviks 3 cm sampai 4 cm. Fase ini berlangsung rata-rata 6,4 jam untuk nulipara dan 4,8 jam untuk multipara. Kontraksi meningkat menjadi lebih kuat dan lebih sering.
2)      Fase aktif
Dilatasi berlanjut dari 3-4 cm menjadi 7 cm. Kontraksi menjadi lebih kuat, lebih sering, lebih lama, dan lebih sakit.
3)      Fase transisi
Puncak dari kala satu adalah fase transisi saat serviks berdilatasi dari 8 sampai 10 cm intensitas, frekuensi dan lamanya kontraksi memuncak, dan ada keinginan untuk mengejan yang tidak dapat tertahan.
b.      Kala II persalinan (kala pengeluaran)
Kala dua dimulai dari dilatasi lengkap serviks dan berakhir dengan kelahiran bayi. Durasi dapat berbeda antara primipara dengan multipara, tetapi kala ini seharusnya selesai 1 jam setelah dilatasi lengkap.
Kontraksi kuat dengan interval 2 sampai 3 menit, dengan durasi 50 sampai 90 detik.
Bayi baru lahir keluar dari jalan lahir dengan bantuan gerakan-gerakan atau mekanisme utama persalinan berikut ini:
1)      Turun
2)      Fleksi
3)      Rotasi internal
4)      Pengeluaran
5)      “crowning” terjadi pada saat kepala bayi tampak pada lubang vagina.
6)      Episiotomi (insisi bedah pada perineum) bisa dilakukan untuk mempermudah kelahiran dan menghindari laserisasi pada perineum.
c.       Kala III (kala placenta)
Kala ini di mulai dengan kelahiran bayi dan berakhir dengan kelahiran placenta, kala tiga terjadi dalam dua fase pelepasan placenta dan pengeluaran placenta.
Tanda pelepasan plasenta meliputi uterus menjadi globuler, fundus naik ke abdomen, tali pusat memanjang dan peningkatan perdarahan (mengalir pelan atau mengalir deras).
Pada umumnya, obat-obatan oksitosin diberikan untuk membantu kontraksi uterus.
d.      Kala IV (pemulihan dan hubungan interaksi)
Kala ini berlangsung dari 1 sampai 4 jam kelahiran. Ibu dan bayi pulih dari proses fisik kelahiran. Organ-organ ibu mengalami penyesuaian awal kembali keadaan sebelum hamil.
Sistem tubuh bayi baru lahir mulai menyesuaikan diri dengan kehidupan ekstra uterin dan menjadi stabil. 
Uterus berkontraksi di garis tengah abdomen dengan pertengahan fundus di antara umbilicus dan simfisis pubis.
e.       Partograf 
Adalah alat bantu yang digunakan selama fase aktif persalinan untuk mencatat hasil observasi dan kemajuan persalinan serta mendeteksi apakah persalinan untuk persalinan berjalan secara normal sehingga dapat melakukan deteksi secara dini setiap kemungkinan yang terjadi dan selanjutnya dapat diambil keputusan klinik (Saefuddin, 2002)
Untuk menggunakan partograf  dengan benar, petugas harus mencatat kondisi ibu dan janin sebagai berikut :
1)   Denyut jantung janin, dicatat setiap setengah jam per 30 menit.
2)   Air ketuban, catat warna air ketuban setiap melakukan pemeriksaan vagina
a)U, Selaput utuh
b)         J, Selaput pecah, air ketuban jernih
c)M, Air ketuban bercampur mekonum
d)        D, Air ketuban bernoda darah.
3)      Perubahan bentuk kepala janin (molding atau molase)
a)O, Sutura terpisah
b)   1, Sutura (pertemuan dua tengkorak) yang tepat atau bersesuaian
c).  2, Sutura tumpang tindih tetapi dapat diperbaiki
d)    3, Sutura tumpang tindih dan tidak dapat diperbaiki
4)      Pembukaan mulut rahim (serviks) di nilai pada setiap pemeriksaan pervagina dan diberi tanda silang (X)
5)      Penurunan, mengacu pada bagian kepala (dibagi 5 bagian) yang teraba (pada pemeriksaan abdomen/luar) diatas simpisis pubis, catat dengan tanda lingkaran (o) pada setiap pemeriksaan dalam pada posisi 0/5, sinsiput (S) atau paruh atas kepala berada di simpisis pubis.
6)      Waktu, menyatakan berapa jam waktu yang telah di jalani sesudah di terima.
7)      Jam, catat jam sesungguhnya.
8)      Kontraksi, catat setiap setengah jam, lakukan palpasi untuk menghitung banyaknya kontraksi dalam 10 menit dan lamanya masing-masing kontraksi dalam hitungan detik.

7.                                                Teori Persalinan 
Beberapa teori yang memungkinkan terjadinya persalinan (Sumarah dkk, 2008:3-4).
a.    Teori Keregangan 
Otot rahim mempunyai kemampuan meregang dalam batas tertentu. Setelah melewati batas tersebut terjadi kontraksi sehingga persalinan dapat dimulai. Keadaan uterus yang teres membesar dan menjadi tegang mengakibatkan iskemia otot-otot uterus. 
b.   Teori Penurunan Progesteron
Proses penuaan plasenta terjadi mulai umur kehamilan 28 minggu, dimana terjadi penimbunan jaringan ikat, pembuluh darah mengalami penyempitan dan buntu.
c.    Teori Oksitosin Internal
Oksitosin dikeluarkan oleh kelenjar hipofise parst posterior. Perubahan keseimbangan estrogen dan progesteron dapat mengubah sensivitas otot rahim, sehingga terjadi kontraksi brakston hiks.
d.   Teori Protaglandin 
Konsetrasi prostaglandin meningkat sejak umur kehamilan 15 minggu, yang dikeluarkan oleh desidua. Pemberian prostaglandin pada saat hamil dapat menimbulkan kontraksi otot rahim sehingga terjadi persalinan.
e.    Teori Hipotalamus-Pituitari Dan Gandula Supranalis
Teori ini menunjukkan pada kehamilan anensefalus sering terjadi keterlambatan persalinan karena tidak terbentuk hipotalamus.
f.    Teori Berkurangnya Nutrisi
Berkurangnya nutrisi pada janin dikemukakan oleh Hippokrates untuk pertama kalinya. Bila nutrisi pada janin berkurang makan hasil konsepsi akan segera dikeluarkan.
g.   Faktor Lain
Tekanan ganglion servikale dari  pleksus frankenhauser yang terletak dibelakang serviks. Bila ganglion ini ditekan, maka kontraksi uterus dapat dibandingkan.

ASKEB I KEHAMILAN


A.    PENGERTIAN KEHAMILAN 

                 Kehamilan adalah suatu keadan yang terjadi bila  empat aspek penting terpenuhi, yaitu inseminasi / coitus , ovum , spermatozoa, terjadinya konsepsi. Dimana sel telur atau ovum adalah  merupakan sel terbesar dari badan manusia  dengan ukuran + 0,2 mm , sedangkan spermatozoa berbentuk kecobong dengan kepala yang lonjong dan ekor yang panjang seperti cambuk ( Obsetri Fisiologi , FK UNPAD Bandung ,1983   , hal 83, 99 )
                  Batasan kehamilan dimulai dari konsepsi  sampai lahirnya fetus. Lamanya kehamilan normal adalah 280 hari ( 40 minggu atau 9 bulan 7 hari ) dihitung dari  haid pertama haid terakhir.
                  Kehamilan dibagi dalam tiga triwulan , yaitu triwulan I dari konsepsi sampai 3 bulan , triwulan II dari bulan ke -4 sampai bulan ke - 6 , triwulan III dari bulan ke -7  sampai  bulan ke - 9.

B.    PROSES KEHAMILAN

                Proses kehamilan diawali dengan terjadinya konsepsi yaiti ; suatu proses pertemuan sel telur dengan sperma . Dimana proses ini terjadi di ampula tuba uterus. Proses ini  hanya terjadi apabila sel telur sudah matang , kemudian  terjadi koitus , maka sperma yang mengandung kurang lebih 200 juta sel sperma di pancarkan ke bagian atas dinding pagina , terus berenang naik ke serviks dan melintasi uterus menuju tuba falopii, disinilah sel telur dibuahi.
                Dalam keadaan normal , sel tubu mempunyai 46 kromosom, masing – masing sperma dan ovum membawa 23 kromosom yang terdiri dari 22 kromosom tubuh dan 1 kromoson  sex. Pada  ovum di beri simbol X , dan pada sperma dengan symbol Y. Dalam  proses konsepsi ini bersatu sehingga berbentuk zygote yang memiliki 46 buah kromosom.
            Setelah ovum dibuahi di ampula tuba , karena getaran rambut mukosa tuba dan kontraksi dinding tuba menyebabkan telur masuk sampai rongga rahim. Peristiwa inilah yang disebut nidasi yaitu bersarangnya sel telur  yang telah dibuahi didalam endometrium.
             Kejadian penting dalam minggu pertama terjadinya proses kehamilan secara singkat digambarkan sebagai berikut :
a.       Peristiwa fertilasi dan terbentuknya zygote terjadi selama kurang lebih 30 jam
b.      Zygote membelah menjadi 12 - 16 blastomer yang disebut mokula ( pada hari ke -2 dan hari ke – 3 )
c.       Pembentukan blastokist ( hari ke – 4 )
d.      Tertanamnya blastokist ( hari ke – 5 sampai hari ke – 6 )


C.    TANDA – TANDA KEHAMILAN 

1.      Tanda – tanda tidak pasti kehamilan yaitu :
a.       Ammenorhoe
b.      Mual muntah
c.       Perubahan buah dada ( mammae menjadi tegang dan besar )
d.      Mengidam
e.       Anoreksia
f.       Sering kencing
g.      Pigmentasi kulit
h.      Obstipasi
i.        Varises
j.        Tanda Hegar
k.      Tanda Chadwick
l.        Tanda piscaseck
m.    Tanda Braxton – Hicks
n.      Suhu basal meningkat
o.      Adanya human chorionic gonadotropin
2.      Tanda – tanda mungkin kehamilan yaitu :
a.       Perubahan konsistensi uterus
b.      Pembesaran uterus
c.       Perubahan bentuk uterus
d.      Pembesaran perut
e.       Ballotemem ( adanya lentingan / goncangan )
3.      Tanda – tanda pasti kehamilan yaitu :
a.       Dapat diraba kemudian dikenal bagian – bagian janin
b.      Dapat dirasakan gerakan janin dan ballotemen
c.       Dapat didengar dan dicatat denyut jantung janin
d.      Pada pemeriksaan rontgen  tanpak kerangka janin
e.       Dengan USG dapat diketahui ukuran kantong janin dan panjang janin, serta diameter biparietalis hingga dapat diperkirakan tuanya kehamilan , dan selanjutnya dapat dinilai pertumbuhan janin

D.    TUJUAN ANTENATAL CARE

1        Mengenali dan menangani penyulit sedini kehamilan , persalinan dan nifas
2        Mengenali dan mengobati penyakit sedini mungkin
3        Menurunkan angka morbiditas dan motalitas ibu dan bayi
4        Memberikan nasehat cara hidup sehat sehari – hari , KB , kehamilan , persalinan , nifas dan laktasi
5        Memonitor kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin normal
6        Mengenali adanya penyimpangan dan memberikan menejemen sesuai dengan kebutuhan
7        Mempersiapkan ibu hamil dan keluarga secara fisik , mental , dan persiapan perlengkapan untuk  persalinan , dan kemungkinan komplikasi yang dapat terjadi
E.     KEBIJAKAN PENATA LAKSANAAN UMUM
Kebijakan penata laksanaan umum meliputi 7 T , yaitu :
1.      Timbang berat badan dan  ukur tinggi badan
2.      Tinggi Fundus uteri
3.      Tekanan darah
4.      Tetanus Toxoid
5.      Tablet besi
6.      TORCH ( Pemeriksaan darah )
7.      Temu wicara ( konseling )

F.     PEMERIKSAAN KEHAMILAN

1)      Anamnesa
Tanya jawab mengenai :
a.        Keadaan klien
b.      Riwayat menstruasi
c.       Riwayat kehamilan , persalinan , nifas yang lalu
d.      Keluhan kehamilan sekarang
e.       Kesehatan umum
f.       Riwayat kesehatan keluarga
g.      Pemeriksaan kehamilan


      2 )  Pemeriksaan fisik
1        Pemeriksaan umum ; tanda – tanda vital .
2        Pemeriksaan khusus ; insfeksi , palpasi , auskultasi , pemeriksaan panggul.
3        Pemeriksaan Leopold
1        Leopold  I
Dilakukan untuk menentukan tuanya kehamilan , dan bagian janin yang terdapat pada fundus uteri
Caranya : Pemeriksa berdiri disamping kanan pasien menghadap muka pasien , pasien diminta untuk menekuk lututnya sedikit , dengan kedua belah tangan meraba bagian samping dan fundus uteri dengan memamfaatkan kepekaan jari – jari tangan .Kemudian tentukan tinggi fundus uteri dengan cara rahim ditegangkan dengan tangan kemudian tangan kiri diletakkan pada fundus uteri dan tentukan batasnya dengan jari tangan kiri. Tentukan bagian janin yang terdapat pada fundus uteri apakah kepala atau bokong , atau bagian lain.
2.      Leopold II
Dilakukan untuk menentukan punggung janin .
Caranya : raba bagian kiri uterus menggunakan tangan kanan dan tangan kiri menahan bagian kanan uterus atau sebalikanya , punggung jari  teraba bagian keras dan memanjang dari atas kebawah , sedangkan disisi lainnya teraba bagian yang kosong menandakan eksremitas janin.

3.      Leopold III
Dilakukan untuk mengetahui bagian terendah janin
Caranya : tangan kiri diletakkan difundus uteri , kemudin tangan kanan meraba diatas simpisis dan coba untuk menggoyangkan bagian tersebut , jika teraba melenting menandakan kepala , dan jika teraba lunak menandakan bokong.
4.      Leopold IV 
Dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh bagian terendah janin masuk PAP
Caranya : pasien diminta meluruskan kakinya , kedua tangan diletakkan pada kedua sisi bagian bawah rahim , raba dengan sedikit penekanan apakah terasa bagian terendah janin masuk PAP atau belum . Bila jari tangan saling bertemu ( comvergen ) berati bagian terendah janin belum masuk PAP , sebaliknya bila tidak betemu ( divergen ) berarti bagian terendah janin sudah masuk PAP.
                  Pemeriksaan panggul, dapat dilakukan dengan empat cara :
    1. Pemeriksaan pandang , apakah terdapat dugaan panggul sempit atau kelainan panggul . Misalnya pasien sangat pendek ( TB < 145 cm ) , berjalan pincang , terdapat kelainan panggul.
    2. Pemeriksaan raba diduga ada kesempitan panggul bila didapatkan : primigravida kehamilan 36 minggu atau lebih kepala belum masuk PAP , primigravida kehamilan aterm terdapat kelainan letak , prasat osborn positif.
    3. Pengukuran ukuran ruang panggul , alat yang digunakan : jangka panggul dari martil dan pita pengukur . Ukuran – ukuran panggul yang sering digunakan :
a.       Distansia spinarum : jarak antara spina iliaka anterior superior kanan dan kiri, ukuran normalnya 23 – 26 cm.
b.      Distansia kristarum : jarak antara krista iliaka terjauh kanan dan kiri , ukuran normalnya 26 – 29 cm .
c.       Distansia tuberum : ukuran melintang dari pinti bawah panggul atau jarak antara tuber iskhiadium kanan dan kiri.
d.      Bondelaque : jarak antara tepi atas simpisis atau prosesus spinosus lumbal V , ukuran normalnya 18 – 20 cm.
    1. Pemeriksaan rongga panggul dengan pemeriksaan dalam .
             3 ) Pemeriksaan penunjang
                   Amnioskopi , USG , dopler.
G.    PEMBERIAN IMUNISASI
Imunisasi yang diberikan pada ibu hamil adalah imunisasi TT ( Tetanus Toxoid ) dengan waktu pemberian sebagai berikut :
1        TT 1 diberikan pada awal kunjungan antenatal.
2        TT 2 diberikan 4 minggu setelah TT 1 , dengan lama perlindungan  3 tahun.
3        TT 3 diberikan 6 bulan setelah TT 2 , lama perlindungan 5 tahun.
4        TT 4 diberikan 1 tahun setelah TT 3 , lama perlindungan 10 tahun
5        TT 5 diberikan 1 tahun setelah TT 4 , lama perlindungan 25 tahun / seumur hidup.
H.    PEMBERIAN  TABLET ZAT BESI
             Dimulai dengan mengkonsumsi satu tablet sehari sesegera mungkin setelah rasa mual hilang, tiap tablet mengandung FeSO4 320 mg ( zat besi 60 mg ) dan assam polat  500 mg untuk 90 tablet .

I.       PEMBERIAN KONSELING
      Konseling yang diberikan antara lain meliputi :
1        Gizi : peningkatan dalam konsumsi  makanan hingga 300 kalori perhari , mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi meminum cukup air.
2        Latihan : normal tidak berlebihan , jangan sampai ibu terlalu capek
3        Kebersihan : perawatan diri yang baik ( personal hygiene )
4        Tanda – tanda bahaya : jika ibu keluar darah , cairan , sakit , nyeri , bengkak pada wajah / tangan , sakit kepala , janin tidak bergerak seperti biasa maka anjurkan ibu untuk mencari pertolongan segera , atau mengunjungi petugas kesehatan terdekat.
5        Aktivitas seksual : jelaskan pada ibu bahwa aktivitas seksual yang aman dengan posisi yang benar tidak berbahaya , akan tetapi jika ibu merasa tidak nyaman sebaiknya jangan dilakukan , pada minggu – minggu terakhir menjelanh HTP boleh melakukan hubungan seksual untuk merangsang kontraksi uterus.
6        Kegiatan sehari – hari / pekerjaan : ibu boleh melakukan aktifitas seperti biasa selagi mampu , akan tetapi jangan melakukan pekerjaan yang menguras energi.
7        Obat – obatan dan merokok : jelaskan pada ibu bahaya rokok bagi kesehatan janin , dan jangan meminum obat – obatan selain pemberian dokter atau tenaga kesehatan lain.
8        Body mekanik : nasehati ibu jangan melakukan aktifitas – aktifitas yang berbahaya.
9        Perubahan fisiologis : berat badan meningkat , perubahan pada  payudara , tingkat tenaga yang bisa menurun, mual diwaktu pagi selama trimester pertama, kunjungan / ANC dilakukan sedikitnya empat kali selama kehamilan , yaitu : satu kali pada triwulan pertamam , satu kali pada triwulan kedua , dan dua kali pada triwulan ketiga.
10    Pakaian / sepatu : ajarkan ibu untuk selalu memperhatikan kebersihan pakainnya, anjurkan menggunakan pakaian dari bahan yang ringan dan menyerap keringat , jangan memggunakan sepatu dengan hak tinggi.
11    Pemberian ASI : jelaskan kelebihan ASI dibanding susu formula , beserta keuntungan pembeian ASI
12    KB pasca persalinan : jelaskan pada ibu jenis – jenis kontrasepsi yang dapat dipilih , agar ibu dapat menentukan pilihan sesuai keinginannya.
J.      PENGKAJIAN KELUARGA
1.      Pengertian Keluarga
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga, dan beberapa anggota keluarga lainnya yang berkumpul dan tinggal dalam suatu rumah tangga karna pertalian darah dan ikatan  perkawinan atau adopsi satu dengan yang lainnya saling tergantung dan berinteraksi. Bila salah satu anggota keluarga mempunyai masalah kesehatan atau keperawatan maka akan berpengaruh terhadap anggota keluarga lainnya dan keluarga yang ada disekitarnya (Effendi, 1998)
2.    Bentuk tipe keluarga
a.       Keluarga inti (Nuclear family) adalah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak.
b.      Keluarga besar (Extende family) adalah keluarga inti ditambah dengan sanak saudara misal kakek, nenek, Keponakan, sepupu, paman, bibi, saudara, dan sebagainya.
c.       Keluarga berantai (Serial family) adalah keluarga yang terdiri dari wanita dan pria yang menikah Iebih dari satu kali dan merupakan satu keluarga inti. 
d.      Keluarga duda/janda (composite) adal.ah keluarga yang perkawinannya berpoligami dan hidup secara bcrsamaan
e.        Keluarga kabisat (Cabitation) adalah dua orang yang menjadi satu tanpa perkawinan tetapi membentuk satu keluarga.
3.   Pemegang Kekuasaan dalam Keluarga
Pemegang kekuasaan menurut Effendy (1998)
a.       Patrikal, yang dominan  memegang kekuasaan dalam, keluarga adalah pihak ayah.
a.       Peran Ibu
Sebagai isteri dan ibu anak-anak, mengurus rumah tangga, pengasuh dan pendidik, pelindung dari salah satu  kelompok dari peranan sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkunganya pencari nafkah tambahan dalam keluarga.
a.       Peranan Anak
Melaksanakan peranan psikososial sesuai tingkat perkembangan baik fisik, mental maupun spiritual.
4.   Fungsi Keluarga
a.       Fungsi efektif adalah keluarga untuk mengajarkan segala sesuatu untuk mempersiapkan anggota keluarga berhubungan dengan orang lain. Fungsi ini dibutuhkan untuk perkembangan individu dan psikososial anggota keluarga.
b.      Fungsi sosialisasi dan tempat untuk bersosialisasi adalah fungsi mengembangkan dari tempat melatih anak untuk berhubungan dengan orang diluar rumah.
c.       Fungsi reproduksi adalah fungsi untuk mempertahankan generasi dan menjaga kelangsungan keluarga.
d.      Fungsi ekonomi yaitu keluarga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan keluarga secara ekonomi dan tempat untuk mengembangkan kemampuan individu meningkatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
e.       Fungsi perawatan /pemeliharaan kesehatan yaitu fungsi untuk mempertahankan keadaan kesehatan anggota keluarga agar tetap memiliki produktivitas tinggi. Fungsi ini dikembangkan menjadi tugas keluarga di bidang kcsehatan.
5.   Gambaran Keluarga Sehat
Pelayanan kebidanan komunitas diarahkan unhrk mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera, pelayanan kebidamin komunitas adalah bagian upaya kesehatan keluarga. Keluarga sehat adalah kondisi yang mendorong terwujudnya keluarga sejahtera (Syahlan, 1998).
Gambaran keluarga sehat dapat ditemukan sebagai herikut
a.       Anggota keluarga dalam kondisi sehat fisik, mental maupun sosial.
b.      Cepat meminta bantuan kepada tenaga kesehatan atau unit pelayanan kesehatan bila timbul masalah kesehatan pada salah satu anggota keluarga. Dirurmah tersedia kotak berisi obat-obatan sederhana untuk P3K.
c.       Tinggal di rumah dan lingkungan sehat.
d.      Selalu mempertahankan kesehatan keluarga dan masyarakat.
Seorang bidan yang bekerja dikomunitas harus mengetahui data wilayah kerjanya. Data tersebut mencakup komposisi keluarga, keadaan social ekonomi, dapat kebiasaan, kehidupan beragama, status kesehatan serta masalah ibu dan anak balita. Keberhasilan bidan yang bekerja dibidang komuniti tergantung kepada peningkatan kesehatan ibu dan anak di wilayah kerjanya. Sasaran umum pelayanan kebidanan komuniti adalah ibu dan anak dalam keluarga. Menurut UU No. 32 tentang kesehatan, yang dimaksud dengan keluarga adalah suami, istri, anak dan anggota keluarga lainnya. Di dalam kesehatan keluarga, kesehatan istri mencakup kesehatan masa pra kehamilan, persalinan, pasca persalinan dan masa diluar kehamilan (masa interval) serta persalinan. Upaya kesehatan ibu dan anak dilakukan melalui peningkatan kesehatan anak dalam kandungan, masa balita, dan masa pra sekolah (Syahlan, 1996, hal 16).